Selasa, 24 April 2012

Khasiat Terasi


Terasi Mengandung Vitamin B 12. 
Ini bukan mitos atau pun kabar burung, melainkan fakta yang masih banyak orang tidak mengetahuinya. Di Thailand, 'nampla' atau 'terasi' sudah dikenal khasiatnya. Terasi hampir selalu terdapat dalam susunan makanan sehari-hari masyarakat di sana. Jadi tak heran jika di Thailand terasi dianggap memiliki khasiat yang sama dengan makanan lainnya. 


Hasil penguraian protein berupa peptone dan asam-asam amino. Proses fermentasi juga menghasilkan ammonia, yang mengakibatkan terasi mentah mempunyai aroma yang kurang sedap atau sangat tajam. Asam amino esensial tertinggi pada terasi adalah leusin, sedangkan yang nonesensial adalah asam amino glutamate. Tingginya tingkat asam glutamate inilah yang menyebabkan terasi cocok digunakan sebagai komponen bumbu bahkan dapat menggantikan vetsin.
Saat fermentasi dapat menghasilkan aroma yang khas. Komponen aroma atau bau tersebut adalah senyawa yang menguap, terdiri dari 16 macam senyawa hidrokarbon, 7 macam alcohol, 46 macam karbonil, 7 macam lemak, 34 macam senyawa nitrogen, 15 macam senyawa belerang, serta 10 macam senyawa lainnya.


Vitamin B 12 Baik Untuk Pembentukan Darah
Vitamin B12 berguna untuk pembentukan darah normal. 
Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia megaloblastik. Vitamin B12 berperan penting pada saat pembelahan sel yang berlangsung dengan cepat.
Vitamin B 12 memelihara lapisan yang mengelilingi dan melindungi serat syaraf dan mendorong pertumbuhan normalnya. 
Selain itu juga berperan dalam aktifitas dan metabolisme sel-sel tulang. 


Khasiat serta kandungan terasi dipengaruhi beberapa hal antara lain, bahan baku,cara pengolahan dan penanganan akhir. 
Diperlukan kejelian dalam memilih terasi yang bermutu. Karena tidak semua jenis terasi yang beredar dipasaran baik kualitasnya. Ini semua juga akan mempengaruhi mutu, aroma serta kandungan di dalamnya. 
Terasi yang baik adalah terasi yang berwarna gelap, tidak terlalu keras atau lembek, dengan kandungan protein antara 15-20 persen. 
Janganlah memilih terasi yang berwarna merah, karena warna merah dihasilkan dari bahan campuran tekstil atau dikenal Rhodamin B. Tambahan Rhodamin B akan menyebabkan terasi tampak berwarna merah. 
Bukan berarti Anda bebas memakan terasi begitu saja. Apalagi dijadikan sebagai makanan utama. Karena terasi bukan sumber gizi melainkan hanya bahan tambahan.


"Derajat keasaman yang dikandung terasi lebih dari 5. Untungnya, kandungan air bebas atau air tidak terikat dalam terasi sangat rendah, yakni 0,6. Dengan begitu, terasi tidak mudah ditumbuhi kuman atau mikroba patogen. Biasanya, kuman patogen mudah tumbuh subur dalam bahan yang mengandung air bebas di atas 0,9. Jadi, dari segi keamanan mikrobiologi, tak ada yang perlu dikhawatirkan saat mengonsumsi terasi." -Dr Ratih Dewanti MSc, kepala Laboratorium Mikrobiologi Pangan, IPB.


Untuk itu, janganlah menutup mata akan khasiat si hitam yang satu ini. Walau tampilan serta aromanya yang kurang menarik, tetapi khasiatnya bisa menjadi referensi dalam menjaga stamina tubuh Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar